Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI: Indonesia Goes Online melalui Young Talents

12.30.2011

AMANAH menjadi anggota DPD, memang terbilang singkat untuk memberikan perubahan nyata karena terkendala masa jabatan. Itu pun kalau harus dibandingkan dengan tuntutan dan harapan masyarakat agar Indonesia bisa sejahtera sesegera mungkin, nggak pake menunggu lama.



Idealnya, anggota DPD sudah seharusnya bisa merangkul semua pihak. Namun dengan segala keterbatasan, anggota DPD harus membuat skala prioritas. Dan kalau harus memilih prioritas tersebut, maka pilihannya adalah memberikan porsi lebih banyak kepada para pemuda. Kenapa?



Alasannya karena, pertama pemuda (atau lebih dikenal dengan Gen Y) saat ini adalah kelompok yang siap dengan perubahan cepat, utamanya dalam menyerap teknologi baru. Kedua, pemuda adalah penerus estafet pembangunan bangsa di masa depan.



Ketiga, kita tidak menutup mata kalau jumlah pemuda yang kurang beruntung masih banyak, dan mereka ini harus tetap diberikan akses pendidikan baik formal maupun informal. Terakhir, para pemuda ini masih steril idealisme-nya, namun masih belum bijak dalam bersikap sehingga diperlukan personal touch agar mereka punya panduan dalam melangkah dan menyongsong masa depannya yang lebih cerah.



Atas uraian di atas, program yang akan ditawarkan adalah “Indonesia Goes Online” melalui gerakan para pemuda. Program “Indonesia Goes Online” ini akan menyasar optimasi semua potensi yang dimiliki oleh bangsa ini, mulai dari budaya, etnik, sumber daya alam, ketrampilan, industri kreatif, serta sumber daya lainnya di mana Indonesia akan dibawa ke era Indonesia ver. 2.0 dengan memanfaatkan internet power.



Contoh sederhananya, di daerah penghasil melinjo, para pemudanya akan kita berikan pelatihan tentang bisnis melinjo secara konvensional dari A-Z. Sebagai nilai tambahnya (value added), generasi penerus ini kita didik dengan ilmu memasarkan lewat internet yang bisa menyasar tidak hanya pasar di dalam negeri, namun bisa ekspansi hingga sampai ke luar negeri.



Segala potensi yang ada harus dikuasai keyword-nya. Misalnya untuk daerah Bali, keyword-keyword yang sangat erat berhubungan dengan tempat wisata, hotel, villa, kuliner, tempat belanja, souvenir, upacara adat, dan masih banyak lainnya harus sudah bisa dikuasai oleh anak bangsa. Tidak banyak yang aware dengan penjajahan ‘keyword’ di internet. Ironisnya, kita tidak sadar kalau sedang menghadapi penjajahan dalam bentuk lain.



Kita memiliki lebih dari 400-an kabupaten, 100-an kota administratif, serta ribuan kecamatan, kelurahan dan desa, yang masing-masing mempunyai potensi sumber daya. Pertanyaannya, sudahkah kita melindungi wilayah-wilayah ini di dunia online?



Jangan-jangan Raja Ampat itu sudah dikuasai keyword-nya oleh para bule, dan ketika banyak turis yang berdatangan di wilayah paling eksotik di Indonesia bagian timur tersebut, ribuan dollar sudah dicegat sebelum masuk ke Indonesia melalui biro-biro travel yang bisa jadi hanya dikendalikan secara online oleh seorang anak muda berbekal koneksi internet yang tinggal di sebuah desa kecil di Thailand. Who knows!



Pemuda yang harusnya bisa diandalkan menghadapi ‘peperangan’ dengan pemuda negara lain, nyatanya masih banyak yang disibukkan dengan tawuran, minum-minuman keras, bahkan kecanduan narkotika. Sungguh pekerjaan yang berat, tapi harus tetap dimulai.



Padahal sesungguhnya, menguasai dunia melalui online strategy bukanlah impian kosong. Rencana ini murah, namun dampaknya sangat masuk akal dan terukur hasilnya. Untuk itulah, rasanya tidak berlebihan kalau kata kuncinya ada di tangan para young talents ini, dengan jalan kita bekali, kita berdayakan, dan lebih penting lagi kita berikan kesempatan. (twitter.com/erkoes)

0 komentar:

About me

Perkenalkan saya Rudi Kuswanto. Menekuni dunia jurnalistik, ghost writer, nge-blog dan tulis menulis lainnya sebagai passion. Saat ini masih aktif di portalHR.com ... read more>>

Untuk melihat aktivitas saya lainnya, bisa dilihat di akun social media yang saya ikuti, seperti: Facebook, Twitter, LinkedIn, maupun Google+.

Saya bisa dihubungi:

via Y!M: erkoes
atau email: erkoes[at]yahoo[dot]com

Pin BB: available by request
silahkan follow di twitter: @erkoes

Sport update

Otomotif update

Berita Lantai Bursa

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP