Bagaimana Nokia Mencium Peluang Bisnis
5.31.2009
TAHUKAH ANDA, bahwa perusahaan Nokia, produsen handphone terbesar saat ini, dulunya mempunyai bisnis inti yang jauh menyimpang dari lini bisnisnya sekarang?
Nokia sekadar informasi saja, dulu adalah perusahaan yang memiliki HPH (hak pengelolaan hutan) di Finlandia. Seperti perusahaan HPH, Nokia pun tak jauh dari urusan tebang-menebang hutan. Namun karena di Eropa memiliki aturan yang jelas dan transparan soal pengelolaan hutan, Nokia mulai berpikiran jauh. Nokia melihat gelagat tuntutan masyarakat Eropa akan konservasi hutan semakin tinggi, sehingga kalau bisnis ini diteruskan tidak akan menguntungkan dalam jangka panjang.
Maka, dimulailah penataan ulang visi dan misi perusahaan melihat situasi dan kondisi ekternal yang berkembang. Diputuskanlah bahwa Nokia akan lebih banyak konsentrasi dalam hal pengadaan peralatan bagi perusahaan-perusahaan yang masih mengelola hutan. Maka tak heran kalau Nokia menjadi pembuat jeans, pemasok alat-alat berat dan jang menjadi breakthrough Nokia adalah ia menjadi pemasok alat-alat komunikasi bagi para pelaku bisnis di hutan.
Dengan menjajal-jajal peluang bisnis yang ada dan dibutuhkan oleh pasar, Nokia akhirnya menemukan jati dirinya bahwa ia akhirnya kuat di industri komunikasi. Semesta mendukung, Nokia mendapat respon luar biasa dari pasar hingga akhirnya bisa berkembang pesat seperti saat ini.
Yang menarik, di Nokia sendiri yang diperkuat oleh SDM-SDM yang sudah menerapkan konsep knowledge management berhasil dikondisikan inovasi-inovasi tanpa batas.
Hasilnya, Nokia bisa membuat produk 8 ponsel baru dalam hitungan 8 jam!
Memang jumlah ini tidak lantas diproduksi secara massal. Pesannya adalah, Nokia berhasil melampaui ekspektasi dari yang namanya inovasi dalam bisnis. Mudah2an ini menjadi inspirasi.
Salam.
[Sourceimage: http://www.clearchannel.ru


