Inspirasi Sandberg Membesarkan Google dan Facebook

6.10.2009


Cerita inspirasi ini masih belum terlalu lama kejadiannya. Pada musim panas, 2003, seorang Sheryl Sandberg dirundung gelisah yang amat sangat. Sandberg diambang kebimbangan untuk mengaku terus terang kepada atasannya bahwa proyek yang dipercayakannya telah gagal dan lepas kendali.



Sandberg mulai bekerja sebagai kepala staf di Sekretaris Bendahara Lawrence Summers selama pemerintahan Presiden Clinton. Saat ia pindah karir di 2001, ia menjajal peruntungan si Silicon Valley. Dia mendaftar bersama Sergey Brin dan Larry Page yang telah mengajukan cuti dari Stanford University. Saat itu mereka mulai membangun usaha untuk bergelut di industri mesin pencari kata (search engine). Dan perusahaan tersebut – Google – kemudian menjadi kisah sukses luar biasa dalam sejarah dunia modern.



Kembali ke cerita awal, Sandberg amat ragu untuk membawa berita buruk bagi atasannya tersebut. Dia bisa saja berbohong dan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Tapi akhirnya dia memilih mendatangi Brin dan Page dan berkata,”Saya telah membuat kesalahan. Saya telah merugikan perusahaan ini.”



Tanggapan Page tidak terduga. “Dia mengatakan bahwa kesalahan terbesar adalah berjalan terlalu pelan, bukan terlalu cepat,” kenang Sandberg. Ia meneruskan, “Perusahaan tidak akan sampai di mana pun kalau kita menghabiskan waktu menghindari kesalahan karena takut gagal. Dia menyalami saya dan menyuruh untuk jalan terus.



Bekal inilah yang kahirnya mengantarkan Sandberg meraih kesuksesan AdWork. Menjadikan Google tidak saja hebat, tapi menyulap menjadi bisnis dengan keuntungan melimpah. Sayang, di awal tahun kemarin, 2008, Sandberg meninggalkan Google dan sekarang menjadi orang kedua di Facebook. Cerita selanjutnya ditunggu ya...saya belum menuntaskan baca bukunya.


0 komentar:

Sport update

Otomotif update

Berita Lantai Bursa

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP